Whoaaaa, ini perut mulai membuncit akibat jarang olahraga. >.<
Jadi, diputuskanlah pagi-pagi buta kita bakal olahraga di kawasan nusa dua.
Oke, jam 5 pagi Onyx berangkat dari kos menjemput Feri yang udah nunggu di kosnya yang jaraknya lebih dekat dengan Nusa Dua ketimbang kosan Onyx.
Tumben keluar jam segini, ternyata udara pagi itu menyegarkan banget loh, ga ada ruginya deh bela-belain bangun pagi hari ini.
Perjalanan ke Nusa Dua hanya memakan waktu 15 menit saja, apalagi jalanan masih sepi, cuma terlihat beberapa kendaraan yang lalu lalang, jadi sekitar pukul 05.30, kita telah menjejakkan kaki di kawasan pantai BTDC.
Setelah lari 1 putaran akhirnya kita tertarik masuk ke kawasan waterblow, pagi itu masih sepi, langit tampak cerah, dan di ufuk timur terdapat semburat matahari yang samar belum muncul sepenuhnya. Tiba-tiba kita punya ide untuk mengabadikan momen tersebut, sayang banget kita gga bawa kamera karena niat awal bukan untuk berwisata. Jadinya, kita hanya memotretnya menggunakan kamera handphone saja.
Ini nih hasilnya...
Senin, 31 Oktober 2011
Taman Ujung
Asiknya hari ini kita libur karena baru melaksanakan upacara Galungan yang dalam agama Hindu merupakan peringatan terhadap menangnya kebaikan melawan kejahatan. Sehari setelah Galungan itu disebut Manis Galungan, biasanya umat Hindu melakukan silaturahmi ke rumah saudara-saudara mereka atau ada juga yang "melali" yaitu pergi berwisata baik bersama keluarga maupun teman-teman, dan merupakan kesempatan emas bagi yang memiliki pasangan karena bisa "melali" berduaan, hihihiii.
Hari ini Feri & Onyx cuss menuju Taman Ujung yang terletak di Bali bagian timur, Karangasem. Eits, kali ini kami gga pergi berdua loh, keluarga Feri juga ikut. Karena mayoritas di bali adalah agama Hindu, tidak heran jika hari ini banyak orang yang pergi ke tempat-tempat wisata yang tersebar di seluruh Bali. Alhasil, jalanan ramai sekalai...
Setelah tiba di Taman Ujung, ternyata pengunjung yang datang buanyaaaakk bangete, tapi karena taman ujung memiliki area yang luas, jadi kita ga sampai berdesak-desakan. hehehe.
Menurut catatan sejarah, Taman Ujung mulai dibangun pada tahun 1919 dan diresmikan penggunaannya pada tahun 1921. Taman ini dibangun oleh raja Karangsem yang digunakan sebagai tempat peristirahatan atau untuk menjamu tamu-tamu penting seperti raja-raja atau Kepala Pemerintahan Negara Asing yang berkunjung ke Karangasem.
Di taman ini ada tiga kolam besar dan luas, di tengah salah satu kolam terdapat bangunan utama yang dihubungkan oleh dua buah jembatan. Di sebelah kolam terdapat taman dan pot bunga serta patung-patung.
Bentuk bangunannya keren dan khas karena konon katanya merupakan perpaduan antara arsitektur Eropa dan Bali. Di sebelah Barat kolam terdapat sebuah bangunan yang berbentuk bundar disebut "Bale Bengong" tempat untuk menikmati keindahan taman dan sekitarnya.
Di puncak sebelah Barat Taman dibuat undak-undakan yang tinggi dan lebar menuju sebuah bangunan yang terlihat sudah di makan usia namun tidak mengurangi keindahannya.
Di sebelah Utara taman di atas bukit terdapat patung Warak yang besar di bawahnya patung banteng dan dari mulut kedua patung ini air memancur keluar menuju kolam. Dari puncak bukit ini kita dapat menyaksikan pemandangan alam yang betul-betul indah dan mengagumkan.
Gga heran deh kalo tempat ini sering di jadikan lokasi untuk pre-wedding. :)
Hari ini Feri & Onyx cuss menuju Taman Ujung yang terletak di Bali bagian timur, Karangasem. Eits, kali ini kami gga pergi berdua loh, keluarga Feri juga ikut. Karena mayoritas di bali adalah agama Hindu, tidak heran jika hari ini banyak orang yang pergi ke tempat-tempat wisata yang tersebar di seluruh Bali. Alhasil, jalanan ramai sekalai...
Menurut catatan sejarah, Taman Ujung mulai dibangun pada tahun 1919 dan diresmikan penggunaannya pada tahun 1921. Taman ini dibangun oleh raja Karangsem yang digunakan sebagai tempat peristirahatan atau untuk menjamu tamu-tamu penting seperti raja-raja atau Kepala Pemerintahan Negara Asing yang berkunjung ke Karangasem.
Di taman ini ada tiga kolam besar dan luas, di tengah salah satu kolam terdapat bangunan utama yang dihubungkan oleh dua buah jembatan. Di sebelah kolam terdapat taman dan pot bunga serta patung-patung.
Bentuk bangunannya keren dan khas karena konon katanya merupakan perpaduan antara arsitektur Eropa dan Bali. Di sebelah Barat kolam terdapat sebuah bangunan yang berbentuk bundar disebut "Bale Bengong" tempat untuk menikmati keindahan taman dan sekitarnya.
Di puncak sebelah Barat Taman dibuat undak-undakan yang tinggi dan lebar menuju sebuah bangunan yang terlihat sudah di makan usia namun tidak mengurangi keindahannya.
Di sebelah Utara taman di atas bukit terdapat patung Warak yang besar di bawahnya patung banteng dan dari mulut kedua patung ini air memancur keluar menuju kolam. Dari puncak bukit ini kita dapat menyaksikan pemandangan alam yang betul-betul indah dan mengagumkan.
Gga heran deh kalo tempat ini sering di jadikan lokasi untuk pre-wedding. :)
Langganan:
Komentar (Atom)



